***** Seng Nggawe Mas Muhlisin*****. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

OMBAK BESAR MELULULANDAKAN MENGANTI


KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Nelayan di Pantai Menganti, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pulang ke pesisir setelah batal melaut akibat gelombang tinggi di Samudra Hindia hingga enam meter, Selasa (14/3/2012).
KEBUMEN, KOMPAS.com- Ratusan nelayan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang sepekan terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa Tengah mencapai enam meter, mulai mencari pekerjaan sampingan untuk menyambung hidup. Mereka menjadi buruh sawah atau kuli bangunan di kota.
Satiman (45), nelayan di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kamis (15/3/2012), mengaku, sebagian besar nelayan enggan mengambil risiko tetap melaut di saat ombak pantai selatan masih sangat besar. "Apalagi, sudah ada beberapa korban. Jadi, kami tidak berani nekat," ujarnya.
Dia memanfaatkan masa panen raya padi yang sedang terjadi di sebagian besar wilayah Kebumen untuk menjadi buruh. Hal itu dilakukan agar tetap bisa makan sehari-hari.
Menurut Satiman, puluhan nelayan Pantai Menganti sudah sepekan terakhir menjadi buruh petani untuk memanen padi. Selain di Kecamatan Ayah, banyak nelayan yang menjadi buruh tani di Kecamatan Rowokele hingga Buluspesantren.
"Upahnya lumayan, rata-rata Rp 15.000 per hari. Biasanya ditambah beras dua kilogram. Cukup untuk menyambung hidup selama enggak mencari ikan," ujar Satiman. Selain menjadi buruh tani, sebagian nelayan lain juga bekerja serabutan menjadi kuli bangunan di Kecamatan Gombong atau di pusat Kabupaten Kebumen.
Tarlan (54), nelayan di Pantai Logending, mengatakan, hanya ada beberapa nelayan yang nekat melaut dengan jarak dekat dan secara "jolokan" (pergi pagi dan pulang siang). Mereka kebanyakan nelayan pencari udang lobster yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen Saman mengatakan, dari sekitar 25.000 nelayan Kebumen, hampir 12.500 nelayan atau separuh di antaranya tidak melaut. Mereka berhenti melaut terutama sejak gelombang tinggi dan angin kencang melanda pesisir selatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: